Dalam perjalanan
Yogyakarta-Magelang anda akan menemukan salah satu kuliner yang menarik
perhatian anda. Salah satu alasannya adalah karena kuliner ini jarang di jumpai
atau mungkin malah satu-satunya di Kabupaten Magelang.
Salam adalah kecamatan tempat dimana
jajanan itu berada. Persisnya di tepi jalan raya di kecamatan Salam ada tulisan
“DEGAN BAKAR IJO/WULUNG BU SITI”. Benar, Kuliner tersebut adalah Degan Bakar.
Sesuai dengan namanya Degan Bakar dibuat dengan cara dibakar. Wal hasil sensasi
rasa yang tercipta adalah rasa air kelapa menjadi seperti rasa susu. Jika
dipikir-pikir mungkin karena air kelapa dengan rasanya yang khas dan
menyegarkan bercampur rasa daging kelapa yang menyebabkan warnanya menjadi
putih.
Penambahan es semakin membuat rasa
minuman semakin segar. Keanehan yang saya rasakan ketika pertama kali meminum
Degan Bakar adalah rasa pisang, padahal hidangannya adalah Degan. Setelah saya tanyakan ke bu Siti, rasa pisang tercipta
penambahan buah nangka pada pemanis es degan. Seperti biasa, jika anda membeli
es degan akan ditawarkan oleh penjual mau pakai sirup atau gula jawa. Pada es
degan bakar bu Siti pemanis yang digunakan adalah dari gula aren (kalau tidak
salah).

Beliau bertutur bahwa Degan bakar
ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Penyakit darah tinggi, kolesterol, apa
lagi ya (takut salah sebut),pokoknya apa aja deh. Akan tetapi yang jelas satu
penyakit yang tidak bisa disembuhkan yaitu KEMATIAN. Beliau juga bertutur kalau
degan ijo itu warna kulitnya (setelah dikupas ) adalah merah. Air dari Degan
ijo dapat menyembuhkan penyakit mata yaitu mata minus, katarak, plus, dsb.
(tidak untuk mata buaya:hehe)
Rasanya pantas jika anda merogoh
kocek Rp 20.000,00 - Rp 15.000,00 untuk satu degan bakar.
Sebagai gantinya anda akan merasakan sensasi yang berbeda dari Es Degan.
U should try it.








0 comments:
Post a Comment